PT. Sago Nauli

PT. Sago Nauli

HOME

TIM BOLA VOLLY SAGO GROUP LOLOS KE BABAK SEMIFINAL TOURNAMEN BOLA VOLLY SEMI OPEN DANRAMIL 13 PANYABUNGAN CUP I KABUPATEN MANDAILING NATAL TAHUN 2019

Tournamen bola volly semi open Danramil 13 Panyabungan Cup I Tahun 2019 di adakan di Kota Panyabungan  Kabupaten Mandaling Natal mulai 23 September 2019 sampai dengan 06 November 2019, dimana pada tournamen ini di ikuti oleh 31 tim yang berasal dari Kabupaten Mandaling Natal, Kota Padang Sidempuan dan sekitarnya termasuk di ikuti oleh tim bola volly Sago Group VC yang merupakan satu -  satunya tim yang berasal dari Pantai Barat yang ikut berpartisipasi.

 

Dalam tournamen ini dibagi dalam 8 grup dan setiap grup terdiri dari 4 tim dan hanya ada satu grup yang terdiri dari 3 tim, dan tim bola volly Sago Group VC masuk dalam grup G yang terdiri dari empat tim yaitu sebagai berikut :

-          Tim Sago Grup VC

-          Tim Panyabungan Selatan VC

-          Tim Kayu Jati VC

-          Tim Aek Kitang VC

 

Pada babak penyisihan menggunkan sistem jumpa dimana setiap tim yang berada pada satu grup akan saling jumpa dan bertading dan pertandingan pertama babak penyisihanTim Sago Grup VC melawan Tim Panyabungan Selatan VC pada hari Minggu, 29 September 2019 dimana pada pertandingan tersebut di menangkan oleh Tim Sago Grup VC dengan point 3 : 1.

Foto I. Tim Sago Grup VC saat selesai bertanding melawan Panyabungan Selatan VC

 

Pada pertandingan kedua Tim Sago Grup VC melawan Tim Kayu Jati VC pada hari Jum’at,      04 Oktober 2019 dimana pada pertandingan tersebut juga di menangkan oleh Tim Sago Grup VC dengan point 3 : 0.

Foto II. Tim Sago Grup VC saat selesai bertanding melawan Kayu Jati VC

 

Pada pertandingan ketiga Tim Sago Grup VC melawan Tim Aek Kitang VC pada hari Jum’at,      11 Oktober 2019 dimana pada pertandingan tersebut juga di menangkan oleh Tim Sago Grup VC dengan point 3 : 0.

Foto III. Tim Sago Grup VC saat selesai bertanding melawan Aek Kitang VC

 

Pada babak 16 besar mengunakan sistem gugur yaitu setiap tim yang bertanding apabila menang tim tersebut akan melanjutkan ke babak berikutnya yaitu babak 8 besar dan apabila tim tersebut kalah akan gugur dan tidak dapat melanjutkan ke babak berikutnya. Dimana pada babak 16 besar juara Grup G yaitu Sago Grup VC melawan runner up Grup H yaitu Gunung Tua Raya VC, dimana pada pertandingan tersebut yang dilaksanakan pada hari Minggu, 20 Oktober 2019 dan hasil pertandingan tersebut di menangkan oleh Tim Sago Grup dengan menang WO karena lawan tidak datang dan mendapatkan poin penuh 3 : 0.

Foto IV. Tim Sago Grup VC saat selesai bertanding melawan Gunung Tua Raya VC

 

Pada babak 8 besar juga mengunakan sistem gugur yaitu setiap tim yang bertanding apabila menang tim tersebut akan melanjutkan ke babak berikutnya yaitu babak semifinal dan apabila tim tersebut kalah akan gugur dan tidak dapat melanjutkan ke babak berikutnya. Dimana pada babak 8 besar Sago Grup VC melawan Sintak VC, dimana pada pertandingan tersebut yang dilaksanakan pada hari Senin,   28 Oktober 2019 dan hasil pertandingan tersebut di menangkan oleh Tim Sago Grup mendapatkan poin penuh 3 : 0.

Foto V. Tim Sago Grup VC saat selesai bertanding melawan Sintak VC

 

Dengan dimenangkannya pertandingan babak 8 besar oleh Tim Sago Grup VC, maka dengan ini Tim Sago Grup VC lolos ke babak semifinal dan melawan Tim Singangir Nopan VC yang akan di laksanakan pada hari Minggu, 03 November 2019 dan kita semua harus mendukung dan mendoakan agar Tim Sago Grup menang dalam pertandingan semifinal tersebut dan lolos masuk partai final dan insyallah menjadi Juara I dalam Tournamen bola volly semi open Danramil 13 Panyabungan Cup I Tahun 2019 Aamiin ya Allah.

 

Bersambung dengan ulasan hasil semifinal dan final yang dimainkan oleh Tim Sago Grup VC

 

Penulis : Dani Supriadi, SP (KTU Kebun Inti)

 

KAMPAK DODOS

Dalam perkembangan perkebunan kelapa sawit saat ini banyak hal-hal teknis yang berkembang guna untuk meningkatkan Kualitas dan Kuantitas Kerja. Dalam hal pengambilan produksi ( Panen ), pemanen memotong buah, pelepah, menyusun pelepah secara rapi ke gawangan mati, mengutip berondol dan melangsir buah dan berodolan ketempat pengumpulan hasil ( TPH ). Dalam hal ini pemotongan tangkai buah menggunakan kampak biasa yang hasilnya bisa terjadi tangkai >± 2 cm ( Tangkai panjang akan menyerap minyak saat diolah di pabrik ), dan apabila dipaksa untuk lebih pendek lagi akan mengakibatkan sebagian buah dekat tangkai ikut terpotong dan ini akan menjadi losis.

Dari kasus tersebut kita harus membuat inovasi agar losis bisa di Minimalisir, dalam hal ini kita bisa memanfaatkan dodos bekas sebagai kampak berbentuk mata V sebagai alat pemotong tangkai buah agar dalam pemotongan tangkai buah tidak >± 2 cm dan tidak ikut terpotong buah yang di dekat tangkai.

(Adi Sepuh, Asisten Plasma I AB )

 

Pemanfaatan Limbah B3 Plastik Bekas Karung Pupuk sebagai mulsa media tanam Bunga Turnera Subulata untuk mengurangi atau efisiensi Biaya Rawat Bunga Turnera

Tujuan:

  • Memanfaatkan Limbah B3
  • Mengurangi resiko dampak B3 terhadap lingkungan hidup
  • Menahan pertumbuhan gulma / rumput di sekitar Bunga Turnera
  • Mengurangi pemakaian Tenaga Kerja untuk Rawat Bunga Turnera
  • Mematuhi Prinsip ISPO

Gagasan:

  • Sebelum menggunakan mulsa plastik pekerjaan rawat bunga turnera dilakukan 6 rotasi dalam setahun
  • Setelah menggunakan mulsa plastic pekerjaan rawat bunga turnera dapat dilakukan 3 rotasi dalam setahun

Contoh:

Perhitungan Penghematan Biaya :

-          Luas Areal = 500 Ha

-          Rotasi Pekerjaan = 6 x dalam setahun

-          Norma = 0,15 HK/Ha

-          Biaya HK = Rp. 70.877,-

 

Jawab :

500 Ha  x  0,15 HK/Ha  = 75 HK/Ha

75 HK  x  6 Rotasi = 450 HK/Tahun

450 HK/Tahun  x  Rp. 70.877 = Rp. 31.894.650,-

 

Setelah Memakai Mulsa Plastik

            500 Ha  x  0,15 HK/Ha = 75 HK/Ha

            75 HK  x  3 Rotasi = 225 HK/Tahun

            225 HK/Tahun  x  Rp. 70.877 = Rp. 15.947.325,-

Selisih Penghematan Biaya

            = Rp. 31.894.650 – Rp. 15.947.325

                = Rp. 15.047.325 / Tahun

                             12

             = Rp. 1.328.943,- / Bulan

 

(Polycarpus Pape,  Asisten Plasma Tompek A)

 

Si Jari Manis Pengait Berondolan di Ketiak Pelepah Kelapa Sawit

Alat ini di gunakan untuk tanaman pokok kepala sawit yang berumur TM3 atau tanaman muda sampai tanaman remaja.

Fungsi dari alat ini untuk mengurangi losis berondolan yang tertinggal di ketiak pelepah Pokok kelapa sawit.

(Hamonangan Rimson Siahaan, SP., Asisten Inti Tompek)

 

TAS BERONDOLAN

Tas ini dipergunakan oleh Asisten, Mandor I, Mandor Panen pada saat mutu ancak H+1 pasca panen, yang mana saat memeriksa mutu ancak ditemukan berondolan tercecer satu atau dua butir di pasar pikul, piringan, gawangan mati dan ketiak pokok bisa dikutip untuk diletakkan dikantong goni ini sehingga tidak menjadi losses produksi yang di lapangan.

Untuk itu tas ini sangat bermanfaat untuk membantu Asisten dan Supervisor.

(Ahmad Bangun Simanjuntak, Asisten AJ. Batahan)

 

KOLABORASI BOTOL AQUA BEKAS DENGAN SELANG INFUS SEBAGAI PENGGANTI EMBER UNTUK WIPING LALANG

 

 

 

(IR. JOHANNES MM, General Manager SN)

 

SELAMAT DAN SUKSES ATAS PELANTIKAN DAN PENGAMBILAN SUMPAH IBU EVELINE SAGO MENJADI ANGGOTA DPRD KABUPATEN MANDAILING NATAL PERIODE 2019 - 2024

 

PT. SAGO NAULI SALURKAN BANTUAN UNTUK PESANTREN MA’HAD DAARUL ABDIL MUKHLISIN KM 3 PULOPADANG, DESA SIMPANG DURIAN, KEC. LINGGA BAYU, KAB. MANDAILING NATAL  

 

Pondok Pesantren Ma’had Daarul Abdil Mukhlisin merupakan pesantren yang terletak di KM 3 Pulo Padang Desa Simpang Durian, Kecamatan Lingga Bayu. Pesantren ini didirikan oleh Ustadz Rusydi Zainal Abdi Batubara, S.Pd.i dan lokasi pesantren dibuka mulai tahun 2013.

 

Sejak awal dibangunnya pondok pesantren ini, PT. Sago Nauli telah memberikan bantuan beberapa kali mulai dari bantuan alat berat untuk pembuatan tapak pesantren dan bantuan material hingga terbangunnya pondok pesantren kita yang tercinta ini. Hal ini semua demi berlangsungnya proses belajar mengajar yang nyaman sehingga terbentuklah santri – santri yang cerdas dan taat kepada agama, orang tua, bangsa dan negara.

 

Alhamdulillah santri di pondok pesantren Ma’had Daarul Abdil Mukhlisin semakin bertambah tiap tahunnya sehingga dibutuhkan tambahan ruang kelas untuk menampung para santri baru ini, disini pun PT. Sago Nauli turut berperan serta dalam membantu pembangunan tambahan ruang kelas ini.

 

Pembina Pondok Pesantren Ma’had Daarul Abdil Mukhlisin, Bapak Ustadz Rusdi Batubara mengucapkan rasa terimakasihnya kepada PT. Sago Nauli dengan memberikan sebuah piagam penghargaan kepada Bapak Drs. Ignasius Sago selaku Owner PT. Sago Nauli yang telah banyak memberikan bantuan kepada Pondok Pesantren Ma’had Daarul Abdil Mukhlisin dan segenap managemen PT. Sago Nauli berharap bantuan yang diberikan sedikit banyaknya dapat berguna bagi semua santri yang ada di pesantren.

 

dokumentasi foto:

 

ruangan kelas pondok pesantren

 

kegiatan belajar mengajar

 

Piagam Penghargaan kepada Bapak Drs. Ignasius Sago (Owner PT. Sago Nauli)


(Annisa Niska, SE./ 25-07-2019 – NS)  

 


 

Audit Sertifikasi ISPO Stage 1 di PT. Sago Nauli


Akhirnya…..

Setelah melalui proses yang tidak singkat dan persiapan yang menyita waktu, pikiran dan tenaga, satu gerbang menuju sertifikasi ISPO untuk PT. Sago Nauli pun dilalui : Penilaian Tahap 1 ISPO oleh lembaga sertifikasi SGS (Societe Generale de Surveillance)—bukan mutu agung, ralat berita yang lalu.

Dalam penilaian tahap 1 di PT. Sago Nauli ini, SGS menurunkan tim terdiri tiga orang, yaitu: Dwi Yana Hendrata, Ahmad Bahruji dan Heru Puryanto. Ruang lingkup penilaian meliputi dokumen legalitas dan perijinan perusahaan, manajemen perkebunan dan industri pengolahannya, pengelolaan lingkungan, ketenagakerjaan, kegiatan tanggung jawab lingkungan kemasyarakatan dan tindakan perbaikan secara berkelanjutan, serta kunjungan lapangan ke areal kebun (patok batas, area konservasi (sempadan sungai), fasilitas kegiatan penyemprotan, pemantauan tinggi permukaan air, pemantauan penurunan lapisan gambut) dan unit pengolahan kelapa sawit (PMKS) termasuk tempat pembuangan sampah limbah B3.

Hasil penilaian tahap 1, SGS, sebagaimana dituangkan  dalam rekomendasi penilaian ISPO, menerangkan bahwa “Berdasarkan hasil penilaian tahap 1, pihak perusahaan dapat melanjutkan ke penilaian utama apabila perusahaan telah melengkapi dokumen legalitas dan perizinan serta kesenjangan lainnya yang menjadi hasil penilaian tahap 1”.

Untuk pelengkapan dokumen yang menjadi syarat ke tahap penilaian utama diberikan waktu enam bulan. Artinya dalam waktu enam bulan ke depan, tim ISPO PT. Sago Nauli akan kembali berjibaku mempersiapkan segala sesuatu yang berkait dengan pemenuhan syarat sertifikasi ISPO dimaksud. Kendati demikian, berbekal daftar kesenjangan temuan hasil penilaian tahap 1, tim ISPO PT. Sago Nauli jadi memiliki guidance dalam bergerak. Dengan demikian, meski tak bisa dibilang ringan, upaya yang harus dilakukan Tim ISPO telah memiliki panduan arah.

Tentu bukan hal yang mustahil untuk mencapai sertifikat ISPO. Terlebih dengan dukungan seperti yang diakui oleh SGS, yakni semangat para personil perusahaan dalam pelaksanaan penerapan dan sertifikasi ISPO. Disamping transparansi dan kerja sama yang baik dengan lembaga sertifikasi selama proses penilaian serta komunikasi yang baik.

Bravo, PT. Sago Nauli..!!

(Mustawa, 28 April 2016)

 

Rapat Anggota KSU Tani Mandiri Kedua: Sebuah Awal yang Indah

Ini adalah kali ketiga, KSU Tani Mandiri, koperasi karyawan PT. Sago Nauli menggelar rapat anggota. Hari itu, Jumat (29/01/2016), di aula PMKS Sinunukan. Rapat anggota yang ketiga kali diselenggarakan setelah terakhir dilakukan pada 30 April 2015, membahas beberapa agenda seperti pertanggungjawaban pengurus, perkembangan permodalan, penetapan besaran simpanan pokok dan simpanan wajib, serta rencana kerja ke depan. Dan tentu saja, yang sangat dinanti-nantikan para anggota…pembagian SHU.

Dalam laporan pertanggungjawabannya, pengurus menyampaikan bahwa jumlah anggota yang terdaftar per 31 Desember 2015 adalah sebanyak 117 orang. Jumlah ini tentu masih sangat sedikit dibanding jumlah karyawan PT. Sago Nauli yang ribuan orang itu. Maka diharapkan ke depan, setelah melihat perkembangan kinerja koperasi, akan semakin banyak lagi karyawan yang tergerak untuk mendaftarkan diri sebagai anggota dan terlibat aktif dalam koperasi Tani Mandiri. Terlebih Dirut PT. Sago Nauli sendiri telah mengeluarkan himbauan kepada staff dan karyawan untuk bergabung di koperasi.

Modal koperasi yang berasal dari penanaman saham anggota (sekarang disebut simpanan sukarela) per 31 Desember 2015 sebesar Rp 172.500.000,-. Dengan modal tersebutlah roda kegiatan koperasi Tani Mandiri selama tahun 2015 digerakkan. Kegiatan berupa penjualan sembako dan kebutuhan rumah tangga serta kredit perangkat elektronik dan handphone. Oh ya, ada juga modal berupa pinjaman dari perusahaan sebesar 100 juta yang telah lunas dikembalikan.

Namanya kegiatan usaha, resiko mengalami kerugian pasti ada. Dan Koperasi Tani Mandiri juga mengalami hal tersebut. Selama tahun 2015, koperasi mengalami kerugian sebesar Rp 10.440.000,-. Kerugian tersebut terjadi akibat beberapa unit handphone hilang dalam pengiriman dan kerusakan beras karena terkena hujan saat diangkut mobil.

Namun selebihnya, dalam jumlah yang jauh lebih besar, kegiatan jual sembako dan piranti elektronik itu selalu menguntungkan. Alhasil, ibarat peperangan, kendati tidak memenangi seluruh pertempuran, namun hasilnya tetap menang perang. Buktinya, disamping peralatan dan perlengkapan seperti kulkas showcase dan sebagainya senilai Rp 10.440.000,- yang merupakan asset, koperasi berhasil mencatat keuntungan brutto sebesar Rp 264.072.398,-. Setelah dikurangi biaya operasional selama setahun yang sebesar Rp 24.000.000,-, maka laba bersih yang berhasil diperoleh adalah sebesar Rp 240.072.398,-.

Dari laba bersih tersebut, berdasarkan ketentuan pembagian SHU, maka dialokasikan 40% untuk cadangan, 40% untuk anggota menurut perbandingan jasanya, masing-masing 5% untuk pengurus/ pengawas, kesejahteraan pegawai/ karyawan dan pendidikan koperasi, serta untuk dana pembangunan daerah dan dana social masing-masing 2,5%. Namun demikian, untuk kali ini, pos-pos untuk kesejahteraan pegawai/ karyawan, pendidikan, pembangunan daerah dan social dialihkan kepada anggota.

Selanjutnya pembagian SHU untuk anggota diberikan berdasarkan besarnya penyertaan saham. Setiap saham memperoleh SHU sebesar Rp 200.000,-. Woww, bukan….? Akan tetapi untuk selanjutnya, pembagian SHU akan didasarkan pada besarnya kontribusi modal yang terdiri atas simpanan pokok, simpanan wajib dan simpanan sukarela.

Hal ini tentunya merupakan sebuah awal yang indah yang membangkitkan optimisme dalam mengelola koperasi ini untuk tahun-tahun berikutnya. Di sisi lain, fakta ini juga sekaligus sebagai bukti tak terbantah untuk menepis keragu-raguan orang untuk menjadi anggota, yang sebelum ini barangkali beranggapan bahwa pengelolaan koperasi yang “sambilan” ini tidak akan berhasil.

Maka meski mungkin tidak sampai pada tingkat mencengangkan, pencapaian koperasi selama tahun 2015 cukup layak mendapat apresiasi. Disamping, tentu saja, pembenahan dan perbaikan disana-sini. Beberapa catatan untuk perbaikan diberikan oleh Dinas Perindustrian Perdagangan Koperasi UKM dan Pasar Kabupaten Mandailing Natal, diantaranya tentang kelengkapan laporan pertanggungjawaban, hendaknya mencakup neraca dan laporan rugi-laba. 

Pada bagian lain ia juga memotivasi, bahwa seharusnya koperasi di lingkungan perusahaan seperti Tani Mandiri ini dapat berkembang lebih pesat. Apalagi top manajemen perusahaan juga mendukung, yang diwujudnyatakan dalam bentuk fasilitas bangunan, pemberian pinjaman modal dan perlengkapan lain semisal rak besi untuk tempat menjajakan barang di waserba.

Nah, kalau manajemen perusahaan saja antusias memberdayakan koperasi ini, dan dinas Perindustrian Perdagangan Koperasi UKM dan Pasar juga mengapresiasi kinerjanya, masihkan kita para karyawan lebih memilih berpangku tangan?

 

(Mustawa)

 


Rapat Direksi PT. Sago Nauli-Pengurus KUD

Apa jadinya bila direksi PT. Sago Nauli duduk satu meja dengan delapan koperasi yang merupakan mitra kerjanya?

Dapat dipastikan terjadi perbincangan yang hangat di antara mereka. Suasana hangat yang tidak hanya bisa ditafsirkan sebagai keakraban, melainkan sekaligus juga “pertikaian”. Bagaimana tidak, baik direksi PT. Sago Nauli maupun pengurus KUD—Harapan, Cerah, Cahaya, Hemat, Sawit Murni, Bina Karya, Telaga Tujuh dan Bina Desa—adalah stake holder pada perkebunan plasma ini.

Pengkomunikasian perbedaan persepsi terhadap suatu permasalahan, tidak jarang memantik timbulnya perdebatan yang memanas. Seperti masalah kematangan buah yang diinginkan perusahaan, mendapat tanggapan “keras” dari KUD Harapan. Mereka berpendapat, bahwa penerapan fraksi kematangan akan berpengaruh pada menurunnya produksi yang berujung pada rendahnya SHP bagi petani plasma. Padahal, sebagaimana kemudian dijelaskan oleh Dirut PT. Sago Nauli, bahwa penerapan fraksi kematangan tidak akan berpengaruh pada penurunan produksi. Bagaimana produksi menurun, bukankah buah sawit tetap dipanen? Kalaupun pada minggu ini belum cukup matang, bukankah minggu berikutnya sudah cukup matang untuk dipanen? Jadi tak ada yang dirugikan, bukan?

Penurunan produksi, lanjut Dirut PT. Sago Nauli, lebih disebabkan oleh karena tanaman kekurangan nutrisi akibat pembatasan pemupukan oleh KUD yang beralasan menekan cost demi peningkatan SHP. Sementara aplikasi pupuk mestinya  mengacu pada rekomendasi yang dikeluarkan bagian agronomi. Sebab rekomendasi tersebut didasarkan pada riset dan sumber-sumber terpercaya yang telah berpengalaman di dunia perkebunan kelapa sawit.

Kendati demikian, PT. Sago Nauli bisa memahami alasan pembatasan aplikasi pupuk oleh KUD tersebut. Alternatiif solusinya adalah pemanfaatan limbah sebagai pupuk organik seperti tandan kosong dan solid. Namun yang disebut terakhir memiliki kendala teknis untuk diaplikasikan di kebun plasma yang sebagian besar memiliki topografi tidak datar, sehingga tidak bisa dibuat  parit-parit solid.

Persoalan lain yang juga memicu perdebatan adalah masalah teknis pengiriman brondolan ke PMKS. Kali ini perbedaan pandangan terjadi justru antarsesama KUD. KUD Cahaya dan Hemat, menghendaki peniadaan HK Kutip Brondolan. Brondolan langsung dikutip oleh tukang muat dan diangkut bersama TBS. Alasannya efficiency cost, dan kualitas brondolan yang dikirim serta menghindarkan kemungkinan brondolan tidak terkirim ke PMKS.

Sebaliknya KUD Harapan dan Cerah, dengan alasan kesulitan mencari tenaga muat, tidak setuju penghapusan HK Kutip Brondolan. Digambarkan, bahwa dalam masa-masa trek buah (low crop) seperti saat ini saja, untuk mengirim brondolan, kadang sampai jam 8-10 malam. Bagaimana dengan bulan-bulan panen raya (peak crop)? Mau pulang angkut buah jam berapa?

Pertikaian antar-KUD itu pun akhirnya ditengahi oleh Dirut PT. Sago Nauli yang mempersilahkan masing-masing KUD menerapkan cara pengiriman brondolan yang dikehendaki. Toh semua biaya ditanggung oleh KUD.

Akan tetapi tidak semua hal memicu kegaduhan. Buktinya ketika Dirut PT. Sago Nauli menyampaikan, bahwa per 01 Februari 2016, untuk buah KUD tidak ada lagi potongan tangkai panjang dan sampah, yang ada hanya potongan wajib 1.5% dan potongan air 2% (bila hujan), semua tersenyum senang.

Kabar gembira lain disampaikan oleh Dirut PT. Sago Nauli, bahwa jembatan di Sinunukan V akan segera selesai, dan rencana peresmian penggunaannya akan dilakukan oleh Bupati Mandailing Natal. Untuk hal ini, Kepala Desa Sinunukan V memberikan usulan nama SOPO NYONO (Siapa Duga). Sebuah ungkapan kontemplatif akan sebuah kebahagiaan yang teraih setelah menempuh upaya perjuangan yang—barangkali—melelahkan.

Selebihnya permintaan yang berkait dengan perbaikan pengelolaan kebun seperti keluhan Koperasi Produsen Bina Karya Sinunukan V yang meminta perbaikan TPH. Disampaikan, bahwa kondisi saat ini masih banyak TPH yang posisinya di badan jalan. Dirut PT. Sago Nauli meminta pembuatan TPH ini diprioritaskan. Sementara GM, menanggapi permintaan tersebut, menyatakan bahwa sebenarnya hal itu sudah diprogramkan. Namun realisasinya menunggu mobil timbun tanah, karena kondisi jalan blok di areal kebun Plasma Sinunukan V kebanyakan miring ke arah parit, sehingga tidak bisa dibuat  TPH tanpa menimbun terlebih dahulu.

Terakhir, kendati masih dini, Dirut PT. Sago Nauli melempar gagasan tentang konsep replanting. Yang ditawarkan adalah konsep Inplant, yaitu menanam sawit baru pada gawangan dengan membiarkan tanaman tua yang masih produktif tetap hidup. Adapun tanaman yang tidak produktif lagi disuntik racun. Dengan demikian, maka selama proses replanting masih tetap ada produksi dan masyarakat petani plasma tetap menerima SHP. Apalagi bila tanaman baru menggunakan jenis Topaz yang dalam usia 2 tahun 7 bulan sudah bisa panen dan jarak tanam yang memungkinkan populasi 143 pokok/ Ha, tentu masa replanting tidak lagi menjadi bayangan masa paceklik.

(Mustawa)


“Mens Sana in Corpore Sano” nya PT. Sago Nauli


ibu-ibu sedang melakukan senam-1


ibu-ibu sedang melakukan senam-2

Kalau bapak – bapaknya main futsal, terus ibu – ibunya olah raga nya apa ya ? Itu yang terbenak di dalam pikiran saya. Menyadari pentingnya olah raga apalagi di kebun yang kegiatan ibu – ibunya seputar dapur, sumur, kasur, arisan, undangan, rewang, belanja, mengurus anak dan suami. Jadi tidak ada salahnya ibu – ibunya dikasi hiburan sekalian olah raga yang menyehatkan tubuh. Healthy mind in a healthy body right ?

Pilihan olah raga paling gampang buat ibu – ibu ya senam. Ada berbagai senam yang bisa diikuti, dari aerobic, zumba, salsa, bahkan yang lagi digandrungi saat ini senam maumere gemu famire, anak – anak pun bisa dengan lancar mengikuti gerakan senamnya.

Kesehatan itu penting, maka dari itu saya rasa tidak ada ruginya meluangkan waktu hanya sekitar 30 – 45 menit untuk olah raga, apalagi perusahaan memfasilitasi kita dengan gedung olah raga yang sangat luas, jadi sungguh sayang sekali kita tidak memanfaatkan fasilitas tersebut.

Saat ini memang anggota yang senam tidaklah banyak, tapi kalau tidak dimulai sekarang, kapan lagi ? Marilah bentuk kesadaran diri sendiri akan pentingnya kesehatan dan berolah raga.  Harapan saya kedepan akan semakin banyak ibu – ibu yang tergerak untuk senam bersama kami.

Semangat !!!

(Novelia, 22/01/2016)

 


SATU LANGKAH MAJU PT. SAGO NAULI MERAIH SERTIFIKAT ISPO

ISPO (Indonesia Sustainable Palm Oil), bagi perusahaan perkebunan kelapa sawit di Indonesia adalah ketentuan yang mengikat. Wajib. Dan sanksi bagi yang tidak menerapkan prinsip-prinsipnya juga tidak main-main: maksimal bisa dicabut ijin usahanya. 

 

Dalam kaitan ini, PT. Sago Nauli telah mencapai satu langkah kemajuan untuk meraih sertifikat ISPO. Hasil penilaian usaha perkebunan (PUP) oleh instansi berwenang kabupaten Mandailing Natal menyatakan kebun PT. Sago Nauli memenuhi klasifikasi B atau kelas II. Itu artinya PT. Sago Nauli layak mengajukan permohonan pendaftaran sertifikasi ISPO.

 

Hasilnya, tanggal 07 September 2015, Komisi ISPO Kementerian Pertanian menerbitkan surat kepada Direktur Utama PT. Sago Nauli Nomor : 232/TU.200/E-ISPO/09/2015 perihal Pengajuan untuk Sertifikasi ISPO. Dalam surat tersebut dinyatakan, “Mengingat perusahaan Saudara telah memenuhi syarat untuk disertifikasi, selanjutnya Saudara dapat menghubungi dan menunjuk Lembaga Sertifikasi ISPO yang diinginkan untuk melakukan sertifikasi ISPO…”

 

Berbekal “surat sakti” dari Komisi ISPO Kementerian Pertanian tersebut, selanjutnya PT. Sago Nauli menggandeng lembaga sertifikasi Mutu Agung untuk melakukan tahapan lebih lanjut. 

 

Harapannya, semua nanti berjalan mulus dan tidak ada temuan-temuan yang menghambat sertifikasi. Dengan demikian, semakin cepat pula PT. Sago Nauli meraih sertifikat ISPO.

 

Mungkin pertanyaannya adalah apa sih untungya  menerapkan ISPO? Tentu saja menguntungkan karena prinsip-prinsip ISPO merujuk pada 3 (tiga) hal besar ini: kelestarian alam, kesejahteraan sosial dan keuntungan ekonomis.

Makanya untuk bisa meraih sertifikat, sebuah perusahaan perkebunan harus memenuhi 7 (tujuh) prinsip berikut (copas dari www.mediaperkebunan.net):

 

1. Sistem Perizinan dan Manajemen Perkebunan

Menyangkut perizinan dan sertifikat, pengelola perkebunan harus memperoleh perizinan serta sertifikat tanah dari pejabat yang berwenang kecuali kebun-kebun konversi hak barat (erfpahct). Perizinan meliputi IUP, IUP-B, IUP-P, SPUP, ITUP, Izin/Persetujuan Prinsip.

 

2. Penerapan Pedoman Teknis Budidaya dan Pengolahan Kelapa Sawit.

Untuk pedoman teknis budidaya, pembukaan lahan memenuhi kaidah-kaidah konservasi tanah dan air, konservasi terhadap sumber dan kualitas air. Perkebunan dalam menghasilkan benih unggul bermutu harus mengacu kepada Peraturan perundangundangan yang berlaku dan baku teknis perbenihan.

 

3. Pengelolaan dan Pemantauan Lingkungan

Pengelola perkebunan yang memiliki pabrik harus melaksanakan kewajiban pengelolaan dan pemantauan lingkungan sesuai ketentuan yang berlaku. Pengelola perkebunan harus melaksanakan kewajibannya terkait AMDAL, UKL dan UPL sesuai ketentuan perundang-undangan yang berlaku. Pengelola perkebunan harus melakukan pencegahan dan penanggulangan kebakaran. Pengelola perkebunan harus menjaga dan melestarikan keaneka ragaman hayati pada areal yang dikelola sesuai dengan ijin usaha perkebunannya.

 

4. Tanggung Jawab Terhadap Pekerja

Pengelola perkebunan wajib memiliki sistem manajemen keselamatan dan kesehatan kerja (SMK3), Pengelola perkebunan harus memperhatikan kesejahteraan pekerja dan meningkatkan kemampuannya. Pengelola perkebunan tidak boleh mempekerjakan anak di bawah umur dan melakukan diskriminasi. Pengelola perkebunan harus memfasilitasi terbentuknya serikat pekerja dalam rangka memperjuangkan hak-hak karyawan/buruh. Perusahaan mendorong dan memfasilitasi pembentukan koperasi pekerja.

 

5. Tanggung Jawab Sosial dan Komunitas

Pengelola perkebunan harus memiliki komitmen sosial, kemasyarakatan dan Pengembangan potensi kearifan lokal. Dalam hal ini ada dua indikator, pertama, tersedia komitmen tanggung jawab sosial dan lingkungan kemasyarakatan sesuai dengan norma yang berlaku di masyarakat setempat. Kedua, tersedia rekaman realisasi komitmen tanggung jawab sosial dan lingkungan kemasyarakatan.

 

6. Pemberdayaan Kegiatan Ekonomi Masyarakat

Pengelola perkebunan memprioritaskan untuk memberi peluang pembelian atau pengadaan barang dan jasa kepada masyarakat di sekitar kebun. Tersedia Rekaman transaksi lokal termasuk pembelian lokal, penggunaan kontraktor lokal, dll menjadi indikatornya.

 

7. Peningkatan Usaha Secara Berkelanjutan

Pengelola perkebunan dan pabrik harus terus menerus meningkatkan kinerja (sosial, ekonomi dan lingkungan) dengan mengembangkan dan mengimplementasikan rencana aksi yang mendukung peningkatan produksi berkelanjutan. Tersedia rekaman hasil penerapan perbaikan/peningkatan yang dilakukan merupakan indikatornya. 

 

(Mustawa)


 

 

Kemeriahan Peringatan HUT RI ke-70 Tahun di PT. Sago Nauli

 


kreatifas staff SNG dalam menyambut dan memeriahkan Ultah Bapak Direktur


Ket. Foto : Upacara, Pertandingan dan Penyerahan Hadiah Peringatan HUT RI ke 70 di PT. Sago Nauli

 

Lapangan bola Sinunukan III yang becek akibat hujan deras yang mengguyur Sinunukan sehari sebelumnya tidak menjadi halangan bagi staff dan karyawan PT. Sago Nauli untuk mengikuti upacara peringatan HUT RI ke – 70 Tahun di lapangan Sinunukan III beserta murid sekolah dan perangkat masyarakan lainnya. Upacara dimulai pukul 09.30 WIB dengan Camat Sinunukan sebagai Inspektur Upacara.

Teriknya cuaca tidak menghilangkan rasa khusuk dan khidmat peserta upacara, apalagi saat hening cipta mengenang jasa para pahlawan kita yang telah gugur di medan perang. Rasanya perjuangan mereka untuk merebut kemerdekaan tidak sebanding dengan apa yang telah kita lakukan selama ini untuk negeri kita tercinta. Perjuangan mereka harusnya menjadi semangat dan motivasi bagi kita untuk menjadikan Indonesia lebih baik. 

Selepas upacara, staff dan karyawan melanjutkan acara perlombaan yang dipusatkan di lapangan futsal PT. Sago Nauli lengkap dengan alunan musik keyboard dan biduanita. Para karyawan dan keluarganya hadir menonton pertandingan final futsal antar staff dan antar estate. Final kali ini dirasa sangat spesial karena dihadiri juga oleh Bpk. Drs. Ignasius Sago dan istri.

Final turnamen futsal antar staff yaitu Tim Staff PKS melawan Tim Staff Plasma I-II&V. Dengan peserta tim plasma yang lebih banyak pemain muda, tim staff PKS dikalahkan dengan skor akhir 4 : 3.

Sementara permainan menjadi semakin panas ketika pertandingan final futsal antar estate dimulai yaitu antara Tim Kebun Inti vs Tim Plasma SPVI. Dari awal sebelum menuju final, pertandingan antar estate ini yang paling seru dan ramai supporter dari masing – masing tim. Babak pertama Tim Plasma SPVI unggul dengan skor 3 : 0, namun akhirnya di babak kedua Tim Kebun Inti unggul dan memenangkan pertandingan dengan skor 8 : 4.

Penyerahan hadiah berupa uang tunai, kaos seragam futsal dan piala diserahkan oleh Bpk. Direktur Utama kepada pemenang. Acara dilanjutkan dengan pertandingan lainnya untuk para staff/karyawan, ibu-ibu dan anak-anak.

Semuanya senang dan terhibur, selamat kepada para pemenang, dan bagi yang belum menang jangan berkecil hati dan dapat mencoba lagi di tahun depan. 

Merdeka !!!

Berikut beberapa daftar permainan yang diselenggarakan oleh PT. Sago Nauli dalam rangka memperingati HUT RI ke-70 Tahun dan juga daftar pemenangnya yaitu :

Futsal Antar Estate

Juara I   :  Tim Kebun Inti A

Juara II  :  Tim Kebun Plasma SPVI B

Juara III :  Tim PKS A

 

Futsal Antar Staff

Juara I   :  Tim Kebun Plasma I-II&V

Juara II  :  Tim PKS

Juara III :  Tim Kebun Plasma III-IV

 

Futsal Anak – anak   

Juara I  : Anak – anak Staff/Karyawan PKS

Juara II : Anak-anak Staff/Karyawan Kebun Plasma I-II&V

 

Bola Volley Antar Estate

Juara I   : Tim Kebun Inti I

Juara II  : Tim Kebun Inti II

Juara III : Tim Kebun Plasma III-IV

 

Badminton Antar Estate

Juara I   : Tim Kebun Plasma I-II&V

Juara II  : Tim Kebun Plasma III-IV

Juara III : Tim Kebun Inti

 

Tarik Tambang

Juara I   : Staff PKS/Kebun

Juara II  : Karyawan Kebun Inti B-I

Juara III : Karyawan Kebun Inti C

 

Lari Goni

Juara I   : Dani Supriadi

Juara II  : HR. Siahaan

Juara III : Firman Hadi

 

Terompa Keluarga

Juara I   : Keluarga Togar Pangaribuan

Juara II  : Keluarga Wisono

Juara III : Keluarga Baringin Siregar

 

(Novelia S. Sinaga/Agustus 2015)

 

Lapangan Futsal Sago Nauli: Sebuah Oase bagi Hasrat Bermain Bola


Para staff berfoto bersama di lapangan futsal

 
Ibu – ibu Arisan tidak ketinggalan ikut berpose di lapangan futsal

 

PSSI boleh kena pembekuan menpora. Sepakbola Indonesia boleh tidak bisa bertanding di event resmi internasional menyusul sanksi FIFA per 30 Mei 2015 yang lalu. Menpora boleh sibuk dengan tim transisi atau apalah itu. Presiden boleh saja mencibir dunia sepakbola Indonesia yang katanya tak pernah berprestasi. Namun semua keributan itu tidak berpengaruh terhadap gairah orang untuk bermain bola, tak terkecuali sepakbola mini alias futsal. Main bola adalah main bola. Titik.

Pula segala geger-genjik di kalangan elit persepakbolaan nasional itu tidak sedikitpun menyurutkan semangat dirut sekaligus owner PT. Sago Nauli untuk menyediakan fasilitas yang memungkinkan orang menyalurkan hasrat bermain bola bagi masyarakat sekitar, terutama tentu saja karyawan. Agar tetap sehat sehingga produktifitas kerja tinggi, dan menghindarkan penggunaan waktu senggang untuk hal-hal yang negative.

Tidak main-main. Lapangan futsal yang dibangun ini menggunakan rumput sintetis standar internasional, lho. Maka jangan heran kalau tampilan hijau lapangannya tak kalah dengan Santiago Bernabeu, Nou Camp atau Allianz Arena…hehehe. Betul. Karena selain bahan rumput sintetis, pemasangannya pun dikerjakan oleh tenaga professional yang memang ahli di bidang itu.

Tanggal 31 Mei 2015, tepat sehari setelah FIFA menjatuhkan sanksi terhadap sepakbola Indonesia, justru dilakukan peresmian penggunaan lapangan futsal milik PT. Sago Nauli. Peresmian dilaksanakan malam hari sejak pukul 20.00 WIB. Dalam peresmian yang dilakukan oleh General Manager PT. Sago Nauli tersebut, hadir para staff dan karyawan PT. Sago Nauli beserta keluarganya. Acara dikemas secara sederhana namun tidak terkungkung dalam suasana formal yang kaku, rileks, gembira dan mengalir.

Tidak ada kata sambutan yang panjang bertele-tele. Usai General Manager menyampaikan hal-hal penting secara singkat, selanjutnya makan bersama dan bermain futsal. Oh, ya. Ternyata tidak semua ingin bermain futsal malam itu. Sebagian lain lebih memilih bernyanyi dengan iringan music keyboard.

Maka jadilah malam itu acara yang semarak: permainan futsal dengan iringan music yang berdentam-dentam. Malam itu dilakukan dua partai pertandingan. Pertama tim futsal staff kebun berhadapan dengan tim futsal staff PMKS yang berakhir dengan skor 3:2, dan pada partai kedua dipertandingkan anak-anak staff/karyawan yang hadir pada saat itu.

Jadi, biarkan saja orang-orang di atas sana sibuk dengan kekisruhan yang mereka ciptakan sendiri. Tak usah pula meributkan persoalan bahwa pemerintah tidak mampu menyediakan fasilitas yang memadai bagi masyarakat untuk bermain bola. Di sini kita bisa menjaga kebugaran dan menemukan oase untuk melepas hasrat berolahraga dengan gembira.

(Mustawa/Juni 2015)

 

Dukungan dan Ucapan Terimakasih dari karyawan kepada pimpinan PT. Sago Nauli

 

Ribuan terima kasih kami ucapkan kepada pimpinan kami Bpk. Drs. Ignasius Sago. Begitu banyak yang telah diberikannya kepada kami diantaranya kesempatan kerja, gaji yang layak dan sesuai Upah Minium Sektoral Kabupaten (UMSK) Kab. Mandailing Natal, malah banyak karyawan yang gajinya diatas UMSK Madina. Disamping itu, karyawan yang telah cukup masa kerjanya juga dibagikan insentif tahunan. Karyawan juga diberikan kesempatan membuka dan mengelola koperasi karyawan untuk kesejahteraan karyawan khususnya dan masyarakat sekitar dengan harga jual yang lebih murah.

 

Bpk. Drs. Ignasius Sago berjasa membangun kebun plasma kelapa sawit di Kecamatan Sinunukan, Natal dan Batahan. Pemilik plasma selain warga transmigrasi setempat, kami pun para karyawan juga banyak yang telah memiliki kebun plasma dengan PT. Sago Nauli / PT. Tri Bahtera Srikandi sebagai Bapak Angkatnya. Banyak manfaat yang kami rasakan, kehidupan yang sejahtera dan kecukupan untuk menyekolahkan anak kami hingga ke luar daerah.

 

Kami pun mengetahui bahwa bukan hanya kami para karyawan yang disejahterakan oleh pimpinan kami Bpk. Drs. Ignasius Sago, namun warga sekitar banyak yang menerima bantuan dari PT. Sago Nauli maupun PT. Tri Bahtera Srikandi, seperti bantuan material dan kubah pembangunan mesjid Nurul Huda di desa TSM I Sidomakmur, bantuan material dan kubah pembangunan mesjid Nurul Jihad di desa Kubangan Tompek, bantuan biaya pembangunan dan renovasi Madrasah Diniyah di desa Sinunukan II, desa Sukadamai dan Sinunukan IV, bantuan pagar Sekolah Dasar Negeri di desa Pasir Putih, bantuan tiang gawang dan grader lapangan bola desa Sinunukan III, dan masih banyak lainnya.

 

Ditambah lagi proyek pembangunan jembatan yang menghubungkan Sinunukan V ke Patiluban Mudik yang saat ini sedang berjalan dengan tujuan mempersingkat dan mempermudah akses jalan dari Sinunukan V dan desa sekitarnya menuju ke Natal tanpa harus memutar jalan yang begitu jauh melalui Simpang Gambir dan Pulo Padang.

 

Sehingga kami merasa heran, dengan begitu dermawannya pimpinan kami, bagaimana mungkin bapak Drs. Ignasius Sago maupun PT. Sago Nauli tega menyerobot dan melakukan pencurian buah di lahan seluas 32 Ha yang diklaim oleh Paijan Cs, warga desa Batahan-I, Kec. Batahan.

 

Bagaimana mungkin PT. Sago Nauli mencuri di kebunnya sendiri, justru seharusnya PT. Sago Nauli yang melaporkan Paijan Cs karena telah menyerobot, membangun rumah dan memasang portal di kebun milik PT. Sago Nauli.

 

Kami yang masyarakat awam saja merasa cukup mengerti administrasi desa, dimana setiap jual beli tanah harus ada saksi – saksi dan diketahui kepada desa setempat, namun surat jual beli Paijan hanya ditandatangani oleh Paijan selaku Pembeli dan Ir. B. Pulungan selaku Penjual tanpa ada saksi – saksi maupun diketahui oleh Kepala Desa, dan anehnya lagi batas – batas dalam surat jual beli tersebut tidaklah jelas. Dalam suratnya Paijan mengakui dia menanam tahun 2006, namun surat jual belinya sendiri tahun 2008. Jadi aneh rasanya ada sekumpulan mahasiswa hukum yang membela Paijan Cs, melakukan demo di depan kantor Poldasu dengan orasinya meminta Poldasu menangkap pemilik PT. Sago Nauli.

 

Dengan bukti – bukti tersebut, wajar PT. Sago Nauli mendapat dukungan dari Polsek Batahan dan Polres Madina, bukankah penegak hukum harus membela yang benar ???

 

Sekali lagi kami karyawan PT. Sago Nauli mengucapkan banyak terimakasih kepada pimpinan kami Bpk. Drs. Ignasius Sago dan semoga perusahaan yang dipimpinnya jaya selalu dan kami akan selalu setia mendukung Bpk. Drs. Ignasius Sago dan PT. Sago Nauli.

 

(Karyawan PT. Sago Nauli/Sinunukan,29 Mei 2015)

 

Sertifikat Halal untuk Produk CPO dan CPKO PT. Sago Nauli

Setelah melalui berbagai tahapan peninjauan dan pengujian sesuai prosedur yang berlaku, pada 16 September 2014 Majelis Ulama Indonesia Provinsi Sumatera Utara menerbitkan sertifikat HALAL untuk produk CPO (Crude Palm Oil) dan CPKO (Crude Palm Kernel Oil) PT. Sago Nauli. Sertifikat tersebut berlaku sampai 15 September 2016 dengan ketentuan, “selama bahan-bahan dan proses produksinya sesuai dengan keputusan komisi fatwa MUI”

Sertifikat halal yang diterbitkan MUI Provinsi Sumatera Utara tersebut ditandatangani oleh Direktur LP POM, Prof. Dr. Ir. H Basyaruddin, MS, Ketua Komisi Fatwa, Drs. H. Ahmad Sanusi Luqman, Lc. MA dan Ketua MUI Provinsi Sumatera Utara, Prof. Dr. H. Abdullah Syah, MA.

Dengan diterbitkannya sertifikat halal tersebut, maka tidak ada lagi keraguan, khususnya bagi kalangan muslim untuk menggunakan produk CPO dan CPKO dari PT. Sago Nauli. Insyaallah dijamin halal.

Adapun untuk memantau bahwa bahan-bahan yang diolah maupun proses produksinya sesuai dengan ketentuan halal dari komisi fatwa MUI, PT. Sago Nauli memiliki seorang internal audit yang menangani masalah tersebut yang mendapat pelatihan dari MUI, yakni Bapak Fantare Subrantas.

Adanya sertifikat halal tersebut niscaya kian memberikan kemantapan konsumen untuk menggunakan produk dari PT. Sago Nauli, dan menghapus keragu-raguan yang barangkali sempat ada sebelumnya.

(Mustawa/Jan 2015)

 

Memilah Sampah Rumahan, Mendukung ISPO


foto diambil dari hasil google di internet

 

Sustainable Palm Oil (SPO) atau kelapa sawit yang berkelanjutan adalah suatu bentuk kepercayaan dalam dunia usaha perkebunan kelapa sawit. Konsep kesinambungan yang dianut, selain aspek keuntungan bisnis yang mungkin diraih, adalah juga kelestarian alam dan kelangsungan hidup dan kesejahteraan manusia (konsep 3P: profit, planet and people). Pengusaha tidak bisa semata-mata mengejar keuntungan tanpa memperhatikan segi pelestarian alam dan kesejahteraan manusia.

Untuk mewujudkan pengusahaan kelapa sawit yang berkelanjutan tersebut, pemerintah Indonesia telah membuat sistem yang dinamakan Indonesia Sustainable Palm Oil (ISPO) yang secara legal ditetapkan dalam Permentan No. 19 tahun 2011. Dengan adanya ISPO ini, maka pelaku usaha perkebunan kelapa sawit memiliki acuan yang jelas dan baku tentang dan mengenai pembangunan kelapa sawit berkelanjutan.

PT. Sago Nauli, sebagai salah satu perusahaan yang bergerak di bidang pengusahaan kelapa sawit, dalam pengelolaan usahanya, tentu mengacu pada prinsip-prinsip dan kriteria yang berlaku dalam ISPO. Salah satu yang saat ini masih menjadi perhatian besar dan membutuhkan dukungan dari kita, para karyawannya, adalah yang menyangkut pelestarian alam.

Selain gencar melakukan upaya konservasi tanah dan tata air melalui penanaman mahoni, randu, vetiver, pemasangan berbagai sign board dan lain sebagainya, PT. Sago Nauli tidak lupa membenahi masalah penting yang berkait dengan pencemaran: SAMPAH. Sejak dicanangkan penerapan ISPO, pengelolaan sampah dilakukan sedemikian rupa agar sampah, apalagi yang masuk kategori bahan beracun dan berbahaya, tidak merusak kelestarian alam lingkungan. 

Tempat pembuangan sampah akhir (TPSA) dibuat di banyak lokasi yang jauh dari permukiman. Sampah organik yang mudah terurai dan anorganik dipisahkan dan dibuang pada TPSA yang berbeda. Dan bukan hanya sampah dari proses kegiatan pabrik atau kebun saja yang dikelola, melainkan juga sampah rumahan dari para penghuni perumahan karyawan.

Karena itu, peran serta dan kepedulian kita para karyawan sangat dibutuhkan untuk mendukung pengelolaan sampah tersebut. Caranya tidak sulit, cukup dengan memisahkan sampah rumahan yang berjenis organik, misal daun pisang pembungkus sate, sisa sayur, sisa nasi, kulit telur, kulit buah atau tangkai daun ubi muda, dan yang anorganik seperti kemasan produk-produk pabrikan baik berupa kaleng, plastic, botol maupun lainnya.

Dengan memisahkan sampah rumahan, sesungguhnya kita telah turut memberi andil dalam upaya pelestarian lingkungan, yang juga berarti mendukung penerapan ISPO di perusahaan tempat kita menempuh penghidupan ini.

(Mustawa/Januari 2015)

 

Bantuan untuk MDA Nurul Huda Sinunukan II dan SDN 331 Pasir Putih


Penyerahan bantuan uang tunai di depan bangunan MDA Nurul Huda - Sinunukan II


Serah terima Pagar SDN 331 Pasir Putih

 

Untuk kepentingan kemajuan pendidikan, tampaknya PT. Sago Nauli tidak pernah mengenal kata “berat”. Buktinya, telah banyak lembaga pendidikan di kawasan Sinunukan dan sekitarnya yang menerima bantuan dari perusahaan yang mengelola lahan warga Sinunukan menjadi kebun kelapa sawit plasma tersebut.

Setelah beberapa waktu yang lalu memberikan fasilitas berupa komputer untuk SMA Negeri I Sinunukan, pelatihan perkebunan kelapa sawit bagi pelajar SMK Sinunukan, bantuan dana untuk renovasi gedung madrasah Miftahul Huda Sinunukan IV dan bangku untuk madrasah diniyah Sukadamai, kini bantuan untuk perkembangan dunia pendidikan di Sinunukan kembali diberikan oleh PT. Sago Nauli.

Kali ini lembaga pendidikan yang menerima bantuan adalah Madrasah Diniyah Awaliyah (MDA) Nurul Huda Desa Sinunukan II. Bantuan sebesar 30 juta rupiah tersebut diberikan memenuhi permohonan yang diajukan pihak yayasan Nurul Huda yang diketahui Kepala Desa Sinunukan II. Penyerahan bantuan dilakukan pada Kamis (18/12/2014) oleh Ir. Khairun Nur (Manager Plasma I-II) yang mewakili PT. Sago Nauli dan diterima oleh pengelola MDA Nurul Huda disaksikan kepala desa Sinunukan II.

Bantuan lain diberikan kepada SD Negeri 331 Desa Pasir Putih. Tidak sebagaimana untuk Nurul Huda, bantuan untuk SD Negeri 331 bukan berupa dana tunai, melainkan pembangunan pagar sekolah.  PT. Sago Nauli-lah yang membangun pagar dan setelah selesai diserahkan kepada pihak sekolah.

Penyerahan pagar yang telah selesai dibangun dengan menghabiskan dana sebesar Rp 28.951.200,- tersebut dilakukan oleh Manager Inti, Ir. Imam Santoso atas nama management PT. Sago Nauli, dan diterima dengan baik oleh Ibu Maryati, Kepala SD Negeri 331 Pasir Putih.

(Mustawa/Januari 2015)


Progress Renovasi Gedung Madrasah Miftahul Huda Sinunukan IV

Panitia pembangunan gedung madrasah Miftahul Huda Sinunukan IV, membuktikan kesungguhan dalam melaksanakan amanah dari PT. Sago Nauli berupa bantuan sebesar Rp 29.200.000,- untuk renovasi ruang belajar madrasah yang diserah-terimakan beberapa bulan lalu.

Melalui kepala desa Sinunukan IV, Triyatno, mereka menunjukkan hasil renovasi madrasah yang gambarnya bisa kita lihat berikut ini:

 

(Mustawa/Januari 2015)


 

Tahun Baru. Harapan Baru


Foto kembang api yang berhasil diabadikan Bpk. AN. Siregar (Staff SN) dan diunggah ke media sosial.

 

Tahun 2015 sudah beberapa hari berlalu. Namun, masih saja terngiang kemeriahan pesta malam tahun baru yang disponsori oleh perusahaan.

Dua ekor kambing guling, berkilo – kilo ikan bakar segar disuguhkan kepada Staff PKS & Kebun PT. Sago Nauli malam itu. Ditambah lagi dendang lagu dari biduanita yang membuat pesta malam tahun baru tersebut semakin meriah.

Tawa riang anak – anak yang bermain kembang api, hiruk pikuk kebersamaan staff menghilangkan rasa kantuk yang hinggap demi menanti puncak acara jam 00.00 WIB.

Tepat jam 00.00 WIB kembang api mengudara di langit Sinunukan. Berbagai warna menambah keindahan kembang api tersebut sehingga semua mata terpana ke udara dan tak lupa beberapa staff mengabadikan moment indah tersebut.

Baru kali ini staff di Sinunukan bisa merasakan malam tahun baruan seperti di kota – kota penuh dengan hingar bingar terompet dan kembang api di udara. Terimakasih kepada Bapak Direktur Utama yang telah menyetujui acara ini sehingga dapat terlaksana.

Kiranya tahun 2015 memberikan harapan baru kepada kita semua untuk bekerja lebih giat dan terarah demi kemajuan perusahaan dan juga kesejahteraan kita bersama. Jaga pikiran, jaga hati dan jaga kesehatan semoga kita bisa mencapai apa yang kita inginkan di tahun 2015 ini.

Selamat Tahun Baru 2015.

(Novi)

 

Awal Gemilang Sago Nauli Volley Ball Club (SN VC) di Turnamen Badai Selatan Cup


SN VC melawan SMKN 1 Panyabungan


Anggota tim SN VC foto bersama Manager kebun Inti

 

Berada di grup D, Sago Nauli Volleyball Club (SN VC) mengawali laga perdana di penyisihan grup pada Sabtu (6/12) dengan hasil gemilang. Dalam pertandingan menghadapi tim SMKN I Panyabungan tersebut, SN VC berhasil unggul dengan skor 3:1.

Kemenangan di laga perdana tersebut tentu menjadi modal berharga bagi SN VC untuk menghadapi dua laga lain di grup. Hasil positif tersebut juga berarti membuka peluang lebih besar bisa lolos dari penyisihan grup yang dihuni empat tim: Batam VC, SN VC, SMKN I Panyabungan dan Sihepeng.

Kendati sebagai debutan, SN VC tidak mau tampil mengecewakan di ajang yang telah digelar sebanyak empat kali tersebut. Meraih kemenangan adalah hal yang selalu ingin diraih dalam mengikuti kompetisi ini, bukan sekadar menjadi pengembira.

Tentu jalan meraih kemenangan akhir masih sangat panjang. Sebab dalam turnamen tahun 2014 ini, jumlah tim yang berlaga ada sebanyak 16 tim yang dibagi menjadi 4 grup:

Grup A:

Relasi VC, Philips VC, Sima VC dan Bank Sumut VC

Grup B:

Putra Pidoli VC, Sintak VC, Prima Jaya VC, dan Saroha Gunung Tua Raya

Grup C:

Simangambat VC, Pasaman Saiyo, SMK Namira VC, dan Panyabungan III

Grup D:

Batam VC, SN VC, SMKN I Panyabungan dan Sihepeng.

(Mustawa/Desember 2014)

 

PT. Sago Nauli Bantu Buka Akses Jalan ke Pelabuhan Palimbungan – Kecamatan Batahan


Excavator sedang terobos hutan buka ruas jalan menuju Pelabuhan Palimbungan - Batahan

 

Sepenggal  nyanyian waktu kecil dulu, “Nenek moyangku bangsa pelaut....” tiba-tiba melintas di ingatan. Tentu bukan tanpa sebab. Pemantiknya adalah adanya rencana pembangunan pelabuhan Palimbungan yang berada di  Teluk Lalang, wilayah kecamatan Batahan. Sebagai bagian dari negara dengan wilayah  sebagian besar lautan (meliputi  sekitar 2/3 bagian), yang posisinya berhadapan langsung dengan samudera Hindia, ditambah dengan potensi sumber daya alam yang melimpah dan bervariasi, memang menjadi ironi bila di kawasan Batahan dan sekitar justru tidak ada pelabuhan.

Pembangunan pelabuhan Palimbungan, melibatkan peran serta perusahaan-perusahaan yang beroperasi di sekitar wilayah kecamatan Batahan seperti kecamatan Sinunukan. Terutama dalam hal pembukaan akses jalan sebagai sarana pendukung yang vital. Salah satu perusahaan yang dilibatkan adalah PT. Sago Nauli.

Keterlibatan PT. Sago Nauli dalam hal pembangunan pelabuhan Palimbungan adalah membuka akses jalan menuju pelabuhan tersebut sepanjang sekitar 4.5 km dari Pasar Batahan. Hal ini sebagai jawaban atas surat Plt. Bupati Mandailing Natal nomor: 552/2169/P-I/2014 tanggal 02 September 2014 perihal Permohonan CSR Perusahaan untuk Pembukaan Akses Jalan Pelabuhan.

Satu unit excavator diturunkan untuk keperluan pembukaan jalan tersebut. Jenis alat berat ini dipilih untuk menyesuaikan kondisi medan yang banyak berupa rawa-rawa dan rendahan (low land) serta gambut, sehingga perlu pembuatan parit. “Kita mendapat bagian untuk membuka jalan dari Tompek sampai tepi sungai eks Logs Pond melalui belakang SMA Negeri Batahan (Pasar Baru).” Ujar Sahsudin, Askep Alat Berat PT. Sago Nauli.

Dengan terbukanya akses jalan tersebut, diharapkan proses pembangunan pelabuhan menjadi lebih lancar dan cepat. Sehingga distribusi berbagai hasil perkebunan yang merupakan penghasilan utama masyarakat di kawasan pantai barat mandailing natal ini dapat lebih mudah dilakukan, yang pada gilirannya akan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

(Mustawa/Desember 2014)

 

Banjir ... Banjir ... Banjir ...


Genangan banjir sehingga batas jalan dan parit tidak kelihatan lagi


Jembatan matius yang rusak akibat banjir


Karyawan PKS terjebak banjir


Ambulance yang terjebak banjir

 

Sudah sejak sekitar seminggu kawasan Sinunukan dan sekitarnya diguyur hujan dengan berbagai intensitas, mulai gerimis sampai hujan deras. Puncaknya terjadi pada Selasa (25/11) malam sampai Rabu (26/11) sore. Hujan dengan intensitas deras turun nyaris tanpa jeda selama lebih dari dua belas jam.

Akibatnya, banjir melanda di mana-mana. Termasuk areal kebun PT. Sago Nauli. Terpantau pada Rabu pagi sebagian besar areal kebun Inti, Plasma IV-A dan PTS, Plasma III-A, Plasma II telah tergenang air. Beberapa blok di divisi III-B, IV-B juga terendam. Jalan penghubung Plasma II dan Plasma III di ruas blok 17/27 yang lebih dikenal sebagai jalan Amat Sari terputus akibat arus air yang deras dan dalam. Sementara hujan masih terus turun dengan deras.

Namun pada Rabu pagi itu, jalan poros Pasir Putih-Plasma IV masih aman dilalui. Meski berangsur naik, air belum sampai meluber melewati jalan. Hanya di ruas jalan blok 72/82 (divisi IV-A) permukaan air sejajar permukaan jalan. Dengan demikian mobilitas karyawan maupun kendaraan pengangkut buah menuju PMKS masih bisa berjalan dengan normal.

Keadaan berubah cepat. Pada Rabu Sore, air kian melimpah tiba dari hulu alur sungai Batang Lobung. Permukaan air naik dengan pesat. Sekira pukul 17.00 ruas jalan poros blok 72/82 hingga 71/81 yang merupakan jalan masuk utama ke PMKS tergenang banjir cukup dalam sehingga tidak bisa dilalui kendaraan. Akses ke PMKS melalui jalur tersebut praktis lumpuh. Satu-satunya akses jalan yang masih bisa dilalui adalah Simpang Bukitmas lewat Batang Lobung, Sinunukan I dan Sinunukan II.

Kamis, matahari muncul sejak pagi. Langit berwarna biru cerah. Bersih. Tak segumpal pun awan terlihat. Seakan tak pernah terjadi apa-apa sebelumnya. Akan tetapi permukaan air banjir di kebun dan jalan-jalan justru makin tinggi. Hal ini terjadi karena air kiriman dari hulu masih terus datang dan terperangkap di sana.

Hari itu PMKS menjadi kawasan terisolasi. Karyawan yang kebanyakan tinggal di Sinunukan III dan Sinunukan IV, ketika berangkat kerja tidak bisa melintasi banjir di jalan poros Plasma IVA-PTS yang merupakan akses ke PMKS. Mereka berkerumun saja di ujung banjiran di jalan blok 73/83 (Divisi IV-A). Sebaliknya anak-anak karyawan yang tinggal di PMKS tidak bisa berangkat ke sekolah. Bis sekolah tidak sanggup menerobos banjir tentu saja. Sementara jalan lain, lewat Amat Sari juga belum bisa dilalui.

Sebagian karyawan memutuskan lewat jalur Bukitmas-Batang Lobung-Sinunukan I-Sinunukan II. Itu artinya memutar dengan jarak tempuh sekitar lima kali lipat dari jarak normal. Dan artinya lagi, waktu tempuh lebih lama sehingga terlambat tiba di PMKS, dan..penggunaan lebih banyak bahan bakar. Mana harga bensin sedang naik pula.

Selain mengkendala karyawan yang berangkat kerja dan anak-anak berangkat ke sekolah, banjir kali ini, yang terbesar sejak kebun dibangun PT. Sago Nauli, juga mengakibatkan beberapa kerugian. Areal yang tergenang jelas tidak bisa dipanen. Bahkan ada buah hasil panen sebelum banjir yang restant di kebun hanyut. Di samping itu beberapa ruas jalan yang tersapu banjir juga mengalami kerusakan. Infrastruktur lain seperti jembatan dan gorong-gorong ada juga yang mengalami kerusakan. Salah satunya adalah kupingan sisi timur gorong-gorong di jalan Inti blok C12/TSM Unit II yang dikenal sebagai jembatan Matius.

(Mustawa/Nov 2014) (foto dokumentasi penulis dan Manager Plasma III/IV)



KSU Tani Mandiri Gelar Rapat Perdana


Para anggota antusias mendengarkan penjelasan tentang koperasi 

 

KSU Tani Mandiri, koperasi karyawan PT. Sago Nauli menggelar rapat anggota pada Selasa (25/11) di aula PMKS Sinunukan. Rapat anggota yang pertama kali diselenggarakan sejak penataan kembali organisasi yang sesungguhnya telah berbadan hukum sejak tahun 2007 itu, membahas beberapa agenda seperti perkembangan permodalan, penetapan besaran simpanan pokok dan simpanan wajib, pembagian SHU serta kegiatan usaha.

Disepakati besar simpanan pokok adalah Rp 100.000,- dan simpanan wajib Rp 10.000,-/ bulan.

Dalam rapat yang dihadiri anggota yang berdomisili di sekitar Sinunukan tersebut (anggota yang di Medan tidak bisa hadir), pengurus menginformasikan bahwa KSU Tani Mandiri telah memiliki modal awal aspek legal berupa: Akta Perubahan Anggaran Dasar, NPWP, SIUP, TDP, HO (Hinder Ordonantie) dan rekening yang telah terisi dana dari saham anggota sebanyak Rp 71.750.000,- (per 25/11/2014).

Modal dari saham maupun simpanan anggota digunakan untuk membiayai kegiatan usaha penjualan sembako, perangkat elektronik dan perabot rumah tangga serta usaha lain yang nantinya akan dijalankan. Saat ini, dengan modal sementara yang terhimpun, usaha yang telah berjalan adalah penjualan perangkat elektronik. Dan ternyata animo anggota untuk membeli melalui koperasi sangat tinggi. Buktinya belakangan ada sebagian pemesanan yang terpaksa harus ditunda karena keterbatasan modal.

Beruntung, selain modal yang bersumber dari saham dan simpanan anggota, KSU Tani Mandiri juga telah mendapatkan “lampu hijau” dari PT. Sago Nauli yang bersedia memberikan bantuan modal berupa pinjaman lunak tanpa bunga. Namun tentu pihak KSU Tani Mandiri harus “tahu diri” dengan tidak mengajukan pinjaman tersebut sebelum menghimpun modal dari anggota dalam jumlah yang memadai.

Dengan adanya dukungan PT. Sago Nauli tersebut, maka sangat termungkinkan bagi KSU Tani Mandiri untuk mewujudkan cita-cita menyediakan seluruh kebutuhan karyawan dan  membangun kesejahteraan bersama anggota koperasi.

Di samping memberikan komitmen pinjaman modal, PT. Sago Nauli juga memberikan bangunan tempat operasional kegiatan KSU Tani Mandiri yang lokasinya di komplek gedung futsal. Saat ini desain bangunan dan tata letak sedang dikerjakan oleh arsitek Muktar.

Harapan kita bersama tentunya akhir tahun depan para anggota koperasi bisa menikmati Sisa Hasil Usaha yang persentase pembagiannya akan dibahas dalam Rapat Anggota Tahunan walaupun dalam Perubahan Anggaran Dasar (PAD) Koperasi persentase tersebut telah dicantumkan namun keputusan Rapat Anggota adalah merupakan keputusan tertinggi.

Nah, kalau manajemen perusahaan saja antusias memberdayakan koperasi, lalu bagaimana dengan kita para karyawan? masih adakah yang belum juga mendaftarkan diri?

(Mustawa/Nov 2014)

 

Bantuan Seng Multiroof untuk Renovasi Masjid Nurul Jihad Desa Kubangan Tompek


Masjid Nurul Jihad dalam tahap renovasi

 


Foto bersama setelah penyerahan bantuan 30 kodi seng multiroof

 

Nurul Jihad. Begitulah nama yang disematkan pada masjid di desa Kubangan Tompek itu. Nama yang boleh jadi akan mengesankan citra keras. Karena istilah jihad seringkali diasosiasikan secara sembrono dan salah sebagai perang atas nama agama.

Namun sesungguhnya wilayah jihad lebih luas dari anggapan tersebut. Perjuangan menegakkan nilai-nilai kebaikan universal yang memuliakan kemanusiaan, kesejahteraan kehidupan dan pelestarian alam juga merupakan lapangan jihad. Dan agaknya spirit itulah yang menjadi filosofi dan visi yang dilekatkan pada nama masjid Nurul Jihad.

Sementara diketahui, bahwa keberadaan masjid di tengah masyarakat tidak sekadar berfungsi sebagai tempat peribadahan. Ia juga mejadi wahana pendidikan akhlak dan penanaman nilai-nilai Islami yang pada gilirannya akan membentuk karakter masyarakat. Maka sesungguhnya membangun masjid bukan sekadar berarti mendirikan sebuah bangungan fisik, melainkan juga bermakna membangun peradaban.

PT. Sago Nauli yang bergerak di bidang perkebunan dengan wilayah operasional di kecamatan Sinunukan, kecamatan Batahan dan sekitarnya, memiliki komitmen yang besar dalam mendukung kegiatan-kegiatan positif di masyarakat. Dalam kaitan dengan renovasi masjid Nurul Jihad di desa Kubangan Tompek, PT. Sago Nauli memberikan bantuan berupa seng multiroof sebanyak 30 kodi untuk tahap pertama dan selanjutnya akan diberikan bantuan kubah masjid setelah renovasi bangunan selesai.

Penyerahan bantuan dilakukan oleh Manager Plasma SP-6 dan Tompek, Bapak Eko Buntoro pada Rabu (18/11/2014) dan diterima oleh Pengurus Masjid disaksikan kepala desa dan sekretaris desa.  Hadir dalam acara serah-terima bantuan tersebut ketua pengurus masjid Nurul Jihad, Bapak Syafaruddin, Imam masjid, Bapak Masuddin, Bapak Edi Adwar (Kepala Desa), Bapak Asrial (Sekretaris Desa) dan Bapak Eko Buntoro (Manager Plasma SP-6 dan Tompek).

Usai menerima bantuan, atas nama masyarakat desa Kubangan Tompek menyampaikan terima kasih atas perhatian dan komitmen PT. Sago Nauli dalam mendukung renovasi masjid Nurul Jihad yang saat bermanfaat bagi masyarakat sekitar perkebunan.

Terlebih bahwa saat ini PT. Sago Nauli juga mengelola kebun kelapa sawit milik masyarakat desa Kubangan Tompek. Sehingga bantuan untuk masjid yang lebih berdimensi pembangunan spiritual, pada saatnya akan juga dibarengi dengan peningkatan taraf kehidupan masyarakat dari hasil perkebunan sawit. Dengan demikian diharapkan akan tercapai kesejahteraan yang hakiki di tengah-tengah masyarakat. Semoga.

(Mustawa/Nov 2014)


Bantuan Kursi untuk Madrasah Diniyah Desa Sukadamai

bantuan 60 buah kursi belajar

penandatanganan berita acara serah terima bantuan 60 buah kursi belajar antara perusahaan dengan perangkat desa

 

“Belum beroperasi. Masih dalam tahap pembangunan gedung.” demikian Syamsuddin Nasution, Kepala Desa Sukadamai menjelaskan perihal Madrasah Diniyah yang  ada di desanya. Lebih lanjut ia mengatakan, bahwa gedung yang dibangun secara swadaya tersebut telah mencapai sekitar delapan puluh persen.

Namun kebutuhan madrasah sebagai sarana pendidikan agama tentu tidak berhenti pada gedung semata. Perlengkapan lain seperti meja dan kursi juga tidak kalah penting untuk diadakan. Tidak terbayang bukan bila anak-anak belajar di dalam ruangan kelas dengan membentang tikar?

Nah, karena madrasah tersebut dibangun dengan kebersamaan dan diperuntukkan bagi kepentingan pendidikan generasi mendatang secara umum, maka tak salah bila melibatkan pihak di luar masyarakat Desa Sukadamai.

Bak kata pepatah, gayungpun bersambut.

Adalah PT. Sago Nauli, yang melalui program CSR-nya telah beberapa kali memberikan bantuan pada perkembangan dan peningkatan kualitas pendidikan di kawasan seputar Sinunukan. Misalnya bantuan untuk SMA Negeri 1 Sinunukan berupa perangkat komputer hingga bantuan pembangunan ruang belajar di Madrasah Diniyah Awaliyah Miftahul Huda Sinunukan IV.

Melihat adanya kebutuhan sarana belajar bagi siswa madrasah di Sukadamai tersebut, PT. Sago Nauli tergerak untuk turut berpartisipasi. Bantuan berupa 60 buah kursi kayu pun disiapkan dan diserahkan pada jumat (24/10/2014). Penyerahan dilakukan oleh Biro Artha, Ibu MR Pasaribu dan anggota Humas, Dedi mewakili PT. Sago Nauli yang diterima oleh Kepala Desa Sukadamai, Bapak Syamsuddin Nasution.

Pada kesempatan tersebut, Kepala Desa, atas nama masyarakat Desa Sukadamai, menyampaikan terima kasih kepada PT. Sago Nauli yang memiliki perhatian besar pada masalah pendidikan, dan mewujudkan perhatian tersebut dalam bentuk bantuan yang nyata. Hal tersebut sekaligus menunjukkan kesungguhan komitmen PT. Sago Nauli bukan sekadar lip service.

Semoga bantuan tersebut bisa memberi manfaat bagi banyak orang dan menjadi berkah bagi pemberi dan penerima. Amin.

(Mustawa/November 2014)


Sosialisasi Perpajakan bagi Supplier TBS PT. Sago Nauli


Penyampaian materi sosialisasi oleh petugas KPP Pratama Padangsidimpuan


Para undangan antusias mendengarkan penyampaian sosialisasi

 

Bertempat di aula PMKS PT. Sago Nauli, sosialisasi perpajakan bagi supplier TBS PT. Sago Nauli telah dilaksanakan pada Kamis (16/10/2014). Acara yang dimulai pukul 09.45 WIB ini dipandu oleh moderator Wisono (KTU Central PT. Sago Nauli).

Hadir dalam kegiatan sosialisasi tersebut para supplier TBS PT. Sago Nauli baik perorangan maupun yang mewakili badan hukum seperti koperasi dan perusahaan-perusahaan perkebunan, staff bagian pajak Kantor Direksi, serta staff PMKS dan Kebun PT. Sago Nauli. Adapun materi sosialisasi disampaikan oleh petugas dari Kantor Pelayanan Pajak (KPP) Pratama Padangsidimpuan.

Tema utama dari sosialisasi adalah Surat Edaran Direktur Jendral Pajak No. : SE-24/PJ/2014 yang merupakan pelaksanaan putusan Mahkamah Agung Republik Indonesia Nomor 70P/HUM/2013 mengenai Pajak Pertambahan Nilai (PPN) atas barang hasil pertanian yang dihasilkan dari kegiatan usaha di bidang pertanian, perkebunan dan kehutanan sebagaimana diatur dalam Peraturan Pemerintah Nomor 31 tahun 2007, dimana produk kelapa sawit yang tadinya dikenakan PPN 0% berubah menjadi dikenakan PPN sebesar 10%.

Dijelaskan oleh petugas KPP Pratama Padangsidimpuan, bahwa supplier yang memiliki omset lebih dari 4,8 milyar rupiah per tahun wajib memungut PPN dan oleh karenanya wajib pula dikukuhkan sebagai Pengusaha Kena Pajak (PKP) . Sebab hanya perusahaan kena pajak yang diberikan nomor seri faktur pajak yang dengan itulah bisa memungut PPN dari PT. Sago Nauli yang selanjutnya menyetorkan pungutan PPN tersebut ke Negara dan melaporkannya ke Kantor Pelayanan Pajak. Adapun supplier dengan omset tidak lebih dari 4,8 milyar rupiah per tahun tidak diwajibkan menjadi pengusaha kena pajak, dan dengan demikian tidak pula bisa memungut PPN dari PT. Sago Nauli.

Pengukuhan sebagai PKP dapat dilakukan karena pengajuan sendiri dari pihak pengusaha, atau karena SECARA JABATAN, artinya tidak mendaftarkan diri, namun telah mencapai omset lebih dari 4,8 milyar per tahun maka akan dikukuhkan sebagai PKP oleh Direktorat Jendral Pajak.

Lalu bagaimana bisa diketahui, bahwa satu supplier telah mencapai omset yang wajib PKP atau belum? PT. Sago Nauli sebagai perusahaan yang taat pajak harus melaporkan record pembelian TBS per supplier kepada KPP Pratama Padangsidimpuan. Sehingga akan diketahui siapa saja yang menjual TBS ke PT. Sago Nauli berikut omsetnya.

Untuk diketahui, bahwa pembelian TBS oleh PT. Sago Nauli adalah terhadap lima kategori supplier, yaitu: KUD Binaan, Petani Perorangan, Perusahaan Perkebunan, KUD Nonbinaan, dan Pedagang Pengumpul.

Acara sosialisasi yang berlangsung hangat dengan diwarnai tanya-jawab interaktif antara audiens dan petugas pajak itupun harus berakhir pukul 12.45 WIB. Namun agak disayangkan, bahwa supplier yang hadir lebih banyak dari perwakilan koperasi dan perusahaan perkebunan. Sedangkan supplier kategori pedagang pengumpul dan petani perorangan hanya sedikit yang hadir. Mungkin mereka enggan hadir karena anggapan yang salah, bahwa apapun yang berkaitan dengan pajak selalu berarti beban.

(Mustawa/Roza/Okt 2014)


Konservasi Tanah dan Air Dengan Rumput Vetiver


Nama latinnya adalah Chrysopogon zizanoides. Namun lebih dikenal dengan sebutan Rumput Vetiver atau Vetiver Grass. Di samping lebih simpel dan gampang diucapkan, rumput vetiver ini akan lebih mudah diingat. Apalagi bagi penggemar musik dangdut, yang boleh jadi akan mengasosiasikannya pada nama seorang penyanyi dangdut tahun 90-an yang mungil dan lincah itu : Veti Vera.

Tumbuhan yang tampilannya menyerupai rumput ini (karena memang rumput), dan tumbuh berrumpun-rumpun ternyata memiliki manfaat yang besar bagi dunia pertanian dan perkebunan. Khususnya dalam hal konservasi tanah dan air. Formasi perakaran serabutnya yang masif bisa mencapai kedalaman hingga lima meter. Hal ini tentu saja sangat efektif menstabilkan dan melindungi permukaan tanah, terlebih yang miring dari ancaman erosi. Cara kerjanya adalah dengan mengurangi kecepatan air hujan saat menyentuh tanah.

Karena merupakan jenis rumput, rumput vetiver tidak tumbuh tinggi. Paling tinggi sekitar dua setengah meter. Dengan demikian, pada areal perkebunan kelapa sawit atau karet dan lain-lain, keberadaannya tidak akan mengganggu tanaman utama untuk memperoleh sinar matahari. Pun tidak seperti kebanyakan rumput lain yang pertumbuhannya meluas menutupi hamparan permukaan lahan, rumput vetiver tumbuh sebagai rumpun-rumpun yang tidak menutup permukaan luas dalam waktu singkat. Karenanya tidak terlalu sulit dikendalikan.

Rumput Vetiver adalah jenis tumbuhan yang tidak “manja” dan akarnya bisa menghasilkan wewangian. Ia bisa tumbuh baik dalam berbagai kondisi tanah. Dari rentang suhu 14oC hingga 55oC, di tanah berair atau padang kering. Maka selain baik untuk menahan erosi pada permukaan tanah yang miring, rumput vetiver akan baik juga ditanam di sisi aliran sungai untuk menahan tanah dari abrasi.

Terlepas dari banyak kelebihan yang dimiliki rumput vetiver, yang tak kalah penting adalah bahwa ia kini telah mulai dibudidayakan di bibitan, kebun inti dan kebun plasma PT. Sago Nauli. Tujuannya tentu untuk satu hal : konservasi tanah dan air di kebun PT. Sago Nauli.

(Mustawa/Okt’14)


Bentuk Tanggung Jawab Sosial PT. Sago Nauli

Selain bukti dengan telah meningkatnya pendapatan ekonomi masyarakat Sinunukan dan sekitarnya, perusahaan selalu berusaha memberikan bantuan dan kontribusi dalam kegiatan perbaikan jalan, pembangunan mesjid, sarana olah raga, bantuan pendidikan dalam bentuk beasiswa dan komputer serta perbaikan sekolah, acara keagamaan, seni budaya dan sosial kepada masyarakat sekitar kecamatan Sinunukan, Natal, Batahan dan Linggabayu.

 

Field Trip Siswa-siswi SMK Negeri  1 Sinunukan Jurusan Pertanian ke Bibitan PT. Sago Nauli di desa Pasir Putih, Kec. Sinunukan, Kab. Mandailing Natal


Pemberian Pelatihan tentang Perkebunan Kelapa Sawit dari Kabag. Audit & Agronomi PT. Sago Nauli kepada siswa –siswi SMK Negeri 1 Sinunukan Jurusan Pertanian, Kec. Sinunukan, Kab. Mandailing Natal


Pemberian bantuan 2 (dua) unit CPU + Monitor kepada SMA Negeri 1 Sinunukan, Kec. Sinunukan, Kab. Mandailing Natal


Pemberian bantuan alat kesenian kepada Paguyuban Kesenian Jaran Kepang Langen Wargo Utomo – Desa Sinunukan III, Kec. Sinunukan, Kab. Mandailing Natal


Pemberian bantuan beasiswa kepada Irzal Sofyan (putra daerah desa Kubangan Pandan Sari) yang merupakan Mahasiswa USU Fakultas Ilmu Komputer




About us
kami adalah perusahaan yang bergerak dibidang perkebunan dan Industri Pengolahan kelapa sawit. klik sini untuk detail informasi.
Polling

Contact Details
Company Location

PT. Sago Nauli
Jl. Glugur no. 38
Medan, Sumatera Utara

How To Contact Us

Email: sagonauli@gmail.com
Phone: 061. 4150935   Fax: 061. 4522790

Office Hours

Senin-Jumat: 08:30 - 17:00
Sabtu: 08:30 - 13:30



© Hosting Rumahweb Indonesia