Menjadi tahun penting karena PT. Sago Nauli memperoleh Izin Pelaksanaan Transmigrasi, memperkuat dasar hukum pola kemitraan PIR-Trans. Perusahaan juga mendapatkan sertifikat Hak Guna Usaha (HGU), yaitu HGU No. 1/Sinunukan I seluas 743,23 hektare dan HGU No. 1/Sinunukan II seluas 1.648,77 hektare. Pada tahun ini pula dimulai pembangunan kebun plasma KUD Harapan di Desa Sinunukan I dan KUD Cerah di Desa Sinunukan II, masing-masing seluas ±1.000 hektare dengan sistem kemitraan bersama koperasi lokal.
Kegiatan penanaman kelapa sawit dimulai di kebun plasma milik KUD Harapan dan KUD Cerah. Ini merupakan fase awal keterlibatan petani plasma dalam sistem kemitraan dengan perusahaan, sekaligus langkah konkret dalam realisasi program transmigrasi berbasis perkebunan.
PT. Sago Nauli memperluas pembangunan kebun plasma ke wilayah baru, yaitu Desa Sinunukan III dan IV. Pembangunan plasma dilakukan untuk KUD Cahaya (±1.242 ha) dan KUD Hemat (±1.262 ha), dengan proses penanaman yang berlangsung bertahap mulai tahun ini hingga 2002. Ekspansi ini menunjukkan komitmen jangka panjang perusahaan dalam mendukung masyarakat transmigran melalui kemitraan produktif.
Kegiatan penanaman dan pemeliharaan tanaman di kebun plasma Cahaya dan Hemat masih berlangsung. Proses ini penting untuk memastikan pertumbuhan optimal tanaman kelapa sawit sebelum memasuki masa produksi.
PT. Sago Nauli kembali memperluas pembangunan kebun plasma pada tahun 2006 di Desa Sinunukan V dan VI untuk dua koperasi baru: Koperasi Produsen Bina Karya (±400 ha) dan Koperasi Perkebunan Sawit Murni (±810 ha). Penanaman berlangsung hingga tahun 2008 dengan menggunakan bibit unggul DxP bersertifikat dari Marihat, PPKS Medan, Socfindo, dan Asian Agri – Topaz.
Menandai selesainya kegiatan penanaman di plasma baru milik Koperasi Bina Karya dan Sawit Murni. Setelah fase tanam selesai, fokus kegiatan beralih ke perawatan tanaman dan persiapan masa produksi mendatang.
PT. Sago Nauli menyelesaikan penanaman kebun inti secara menyeluruh seluas ±2.392 hektare. Ini menjadi akhir dari proses penanaman fisik yang telah berlangsung lebih dari satu dekade sejak awal perizinan.
Produksi dari kebun inti PT. Sago Nauli telah mencapai tingkat stabil dengan volume berkisar antara 4.000 hingga 6.000 ton per bulan. Stabilitas ini berdampak langsung terhadap peningkatan kesejahteraan petani plasma yang tergabung dalam berbagai koperasi. Pendapatan yang diterima oleh masing-masing kepala keluarga (KK) bervariasi, tergantung pada luas lahan, tahun tanam, serta hasil produksi.