Dipasarkan ke wilayah strategis di Indonesia, yaitu Sumatera Utara, Sumatera Barat, dan Riau.
Minyak mentah yang diekstraksi dari bagian daging buah kelapa sawit melalui proses pemanasan dan pengepresan. Minyak ini memiliki warna merah oranye akibat kandungan karoten dan vitamin E yang tinggi. CPO banyak dimanfaatkan sebagai bahan dasar untuk produk makanan seperti minyak goreng dan margarin, serta produk non-pangan seperti sabun dan bahan bakar nabati seperti biodiesel.
Minyak yang berasal dari inti buah kelapa sawit setelah melalui proses pemisahan dan ekstraksi. Jenis minyak ini memiliki karakteristik yang lebih padat dan jenuh dibandingkan dengan CPO, serta memiliki tekstur yang mirip dengan minyak kelapa. PKO umumnya digunakan dalam pembuatan produk kosmetik, sabun, makanan olahan, dan berbagai kebutuhan industri lainnya.
Residu padat yang tersisa setelah inti kelapa sawit diproses untuk menghasilkan minyak (PKO). Bahan ini mengandung serat tinggi dan protein, sehingga sangat cocok sebagai bahan baku pakan ternak, terutama untuk sapi. PKE banyak diekspor ke negara-negara dengan kebutuhan pakan ternak yang besar.
Biji atau inti dari buah kelapa sawit yang terbungkus dalam cangkang keras. Inti ini diproses untuk menghasilkan PKO atau bisa juga dimanfaatkan sebagai bahan dasar pakan setelah melalui proses pengepresan. Karena kandungan minyaknya cukup tinggi, PK memiliki nilai jual yang signifikan di industri kelapa sawit.
Bagian keras luar dari buah kelapa sawit yang membungkus inti (PK). Setelah inti diambil, cangkang tidak dibuang begitu saja, tetapi sering digunakan sebagai bahan bakar padat di pabrik kelapa sawit. Selain itu, cangkang juga digunakan sebagai sumber energi alternatif dalam pembangkit listrik berbasis biomassa yang ramah lingkungan.